EKOSISTEM & KONSERVASI (ECOLOGY)
Mengapa pohon tidak mati? Apa manfaat bagi alam? Mengapa kawah tidak merusak?
Simbiosis Panas Bumi: Adaptasi Flora dan Keanekaragaman Hayati




Fenomena "Thermal Tolerance" (Mengapa Pohon Tetap Hidup?)
Banyak yang mengira uap panas akan mematikan tanaman, namun di Kamojang terjadi adaptasi unik:
Zonasi Panas: Panas bumi naik melalui rekahan vertikal yang sempit. Tanah di sebelah rekahan tersebut suhunya normal. Akar pohon menyebar secara horizontal menghindari zona panas ekstrem (termotaksis negatif pada akar).
Spesies Adaptif: Vegetasi dominan adalah Cantigi (Vaccinium varingiaefolium) dan Puspa (Schima wallichii). Daun Cantigi tebal dan berlilin, melindunginya dari uap asam belerang dan suhu tinggi.


Manfaat Kawah Bagi Ekosistem Hutan
Kawah bukan perusak, melainkan penyeimbang:
Kelembapan Mikro: Uap yang terus menerus keluar menjaga kelembapan udara hutan (higroskopis) tetap tinggi sepanjang tahun, mencegah kebakaran hutan alami saat musim kemarau panjang.
Suplai Mineral: Uap kawah mengandung sulfur dan mineral jejak lain yang, ketika mengendap (presipitasi) ke tanah sekitar, menjadi pupuk alami yang menyuburkan tanah vulkanik untuk tumbuhan paku-pakuan dan lumut.
Fungisida Alami: Kandungan belerang (Sulfur) di udara bertindak sebagai pengendali jamur parasit pada tanaman, menjaga kesehatan hutan secara alami.


Konservasi Fauna (Elang Jawa)
Kawasan hutan Kamojang yang terjaga (karena statusnya sebagai area WKP/Wilayah Kerja Panas Bumi yang dilarang untuk pemukiman) menjadi habitat aman bagi Elang Jawa (Nisaetus bartelsi). Panas updraft dari kawah sering dimanfaatkan raptor ini untuk soaring (terbang melayang) tanpa mengepakkan sayap guna menghemat energi saat berburu.





