TEKNOLOGI & ENERGI (GEOTHERMAL TECH)

Kenapa geothermal jadi listrik? Siapa yang menikmati listriknya?

Dari Perut Bumi ke Jaringan Listrik Jawa-Bali

Prinsip Termodinamika: Mengapa Uap Menggerakkan Turbin?

Geotermal adalah konversi energi panas (thermal) menjadi gerak (kinetik), lalu listrik (elektrik).

  1. Ekspansi Volume: Air di kedalaman 2 km dipanaskan magma hingga >240°C. Saat naik ke permukaan, tekanan turun drastis, air berubah fase menjadi uap dengan volume yang meledak (ekspansi).

  2. Energi Kinetik: Uap bertekanan tinggi ini ditembakkan ke sudu-sudu turbin.

  3. Putaran Poros: Turbin berputar pada 3.000 rpm, memutar generator yang menghasilkan medan elektromagnetik -> Listrik.

Keunggulan Sistem Kamojang (Dry Steam)

Kamojang adalah satu dari sedikit lapangan di dunia yang menghasilkan Uap Kering.

Keuntungan: Uap dari sumur bisa langsung masuk turbin (Direct Cycle). Tidak butuh separator air yang rumit seperti di PLTP lain. Efisiensi sangat tinggi dan biaya perawatan lebih rendah.

Siapa Penerima Manfaat Listriknya?

Listrik yang dihasilkan PLTP Kamojang (Total Kapasitas ±235 MW) tidak hanya untuk warga sekitar, tetapi masuk ke dalam sistem interkoneksi Grid JAMALI (Jawa-Madura-Bali).

Kontribusi: Memasok kebutuhan listrik industri dan rumah tangga di Jawa Barat bagian selatan dan Bandung Raya, serta menjadi penstabil tegangan (base load) bagi jaringan Jawa-Bali karena sifatnya yang stabil 24 jam (tidak seperti tenaga surya/angin yang bergantung cuaca).