GEOLOGI & GENESIS (GEOLOGY)
Mengapa kawah ini ada? Mengapa jumlahnya banyak? Bagaimana proses pembentukannya?
Dinamika Bawah Permukaan dan Kontrol Struktur Geologi
Mekanisme Pembentukan: Teori "Sistem Rekahan" Mengapa ada banyak titik kawah yang tersebar? Kawah-kawah di Kamojang (Hujan, Manuk, Berecek) tidak muncul secara acak.
Kontrol Struktur Sesar: Manifestasi permukaan ini dikontrol ketat oleh sesar-sesar (patahan) geologi, terutama Sesar Citepus dan Sesar Kendeng.
Jalur Fluida: Sesar ini menciptakan zona lemah (rekahan) vertikal yang menghubungkan reservoir panas di kedalaman 1.500 meter dengan permukaan tanah. Uap mencari jalan keluar termudah melalui retakan ini. Di titik dimana retakan menembus permukaan, di situlah lahir sebuah "Kawah" atau Fumarol.




Genesis Berdasarkan Jenis Manifestasi (Mengapa bentuknya beda-beda?)
Penelitian menunjukkan perbedaan bentuk kawah disebabkan oleh interaksi uap dengan air permukaan:
Fumarol (Contoh: Kawah Manuk & Kawah Kereta Api): Terbentuk karena dominasi uap kering yang kuat tanpa banyak interaksi dengan air permukaan. Hasilnya adalah lubang yang mendesis bising.
Steaming Ground (Contoh: Kawah Hujan): Uap panas naik perlahan melalui pori-pori tanah yang luas. Saat bertemu udara dingin, ia mengembun.
Mud Pools (Contoh: Kawah Berecek): Terbentuk di area cekungan tanah yang menampung air hujan. Uap yang naik memanaskan air tersebut hingga mendidih dan bercampur dengan tanah lempung (produk alterasi batuan), menciptakan bubur lumpur panas.
Kondisi Reservoir Saat Ini
Berdasarkan data monitoring PGE (Pertamina Geothermal Energy), tekanan reservoir Kamojang relatif stabil meskipun telah berproduksi puluhan tahun. Hal ini dikarenakan sistem Re-injeksi (air sisa dikembalikan ke dalam bumi) yang menjaga keseimbangan massa batuan.





